The Stage Cafe : Santai Sejenak di “Outdoor” Kafe

The Stage Cafe

Penulis: Tania Meliala | Foto: Aidil Syaputra/Dok. The Stage

Menikmati waktu bersantai selepas rutinitas kantor di area outdoor dengan penataan tanaman yang indah serta ditemani alunan musik akustik, pastinya memberikan kesan berbeda dibandingkan ketika Anda mengunjungi kafe indoor. Tak hanya suasana yang nyaman dan fasilias yang lengkap, variasi berbagai menu Urban Fussion tersedia untuk memanjakan lidah Anda. Hal inilah yang bisa Anda temukan di The Stage Café.

Terletak di Jl. Sei Serayu No. 14 Medan, The Stage Café hadir menawarkan konsep outdoor kafe yang masih jarang ditemukan di kota Medan serta menyajikan variasi menu makanan Urban Fussion Eastern food dan Western food yang pastinya menggugah selera.

 “Kita menamakanannya The Stage yang artinya panggung karena kafe ini merupakan bagian dari Procomm Group. Kata ‘stage’ kita pilih untuk mewakili bisnis pertunjukan yang digeluti perusahaan kami. Procomm Group memang tengah melebarkan sayap ke bisnis kuliner,” ungkap Sofyan Nasution selaku pemilik. Procomm group merupakan salah satu Corporate Event Organizer di Medan yang dipelopori dua bersaudara yaitu Sofyan dan sang adik, M. Ichan Nasution sejak tahun 2001.

 Kesan hangat langsung terasa ketika memasuki kafe yang interiornya didesain dengan konsep modern minimalis. Deretan foto historia perjalanan bisnis pertunjukkan, tertata apik di setiap dinding kafe. Unsur tradisional juga terlihat dari umbul-umbul khas Bali yang tersusun rapi di area pintu masuk kafe yang baru saja mengadakan soft opening pada tanggal 15 Juni 2012.

 Memasuki kafe yang didominsi warna putih dan hitam, para pengunjung akan disambut dengan sapaan “Guest Coming” dan pelayan akan menyambut sapaan itu dengan “Show Time” yang berarti pertunjukan (dalam hal ini pelayanan) terhadap pengunjung akan dimulai.

 “Kafe ini mulai beroperasi ‘after office hour’, yakni pukul 16.00 WIB. Momen yang pas untuk rileks menikmati sore hari. Selain itu cuacanya juga tidak panas lagi, jadi pas untuk bersantai meskipun di area outdoor,” ungkap Sofyan.

 Sesuai dengan konsep “stage” yang ditawarkan pastinya The Stage Café tidak lengkap tanpa menyuguhkan sebuah pertunjukan. “Setiap hari Rabu dan Sabtu, pengunjung akan dihibur oleh homeband yang menyajikan lagu-lagu Classic Rock pada hari Rabu dan lagu-lagu Top 40 pada hari Sabtu. Bar akan kita sulap menjadi mini panggung untuk homeband,” tambah Ichan.

 Area outdoor dilengkapi dengan meja dan kursi kayu berwarna putih yang tertata rapi. Mendekati malam, hiasan cahaya lilin yang tersedia di setiap meja dan di dukung pencahayaan yang apik, menambah kesan romantis.

Menu Istimewa ala The Stage Café

Kafe yang beroperasi dari pukul 16.00 WIB -23.00 WIB ini menyajikan citarasa Eastern dan Western food yang disajikan dalam konsep urban fussion. “Kita menyajikan Eastern dan Western food dalam konsep urban fussion. Mungkin banyak menu makanan di kafe kami bisa ditemukan di tempat lain, yang membedakannya adalah penyajiannya yang tidak biasa. Misalnya nasi goreng atau mie goreng di sini disajikan dengan ala western,” ungkap Rulliansyah Utama Lubis selaku Operational manager.

 Pengunjung dapat mencicipi menu The Stage Café lengkap dari hidangan appetizer, main course Eastern dan Western food, beverages dan dessert. Menu andalan The Stage Café, di antaranya Caesar Salad, Buffolo Wings, Springroll dan Tahu Gejrot merupakan makanan pembuka favorit. “Biasanya di Jakarta kita bisa menemukan Tahu Gejrot sebagai jajanan pinggir jalan, tapi di kafe ini kita sajikan dengan style yang berbeda,” ungkap Sofyan.

 Tersedia juga menu “Eastern Food”, yakni Soto Betawi dan Iga Bakar yang diakui Sofyan menjadi menu favorit para pengunjung. Ada juga Sapi Lada Hitam, Gurame Goreng dan lainnya. Untuk menu “Western food” tersedia Chicken Cordon Bleu, Fettucine Marinara, Spaghetti Bolognise, Hot Dog dan tentunya menu favorit Beef Wonk yang pastinya belum pernah Anda temui di kafe manapun. Potongan daging Ternderloin empuk dan krispi disiram dengan saus spesial ala The Stage Café pastinya nikmat untuk menu santap malam Anda.

 “Untuk dessert kita punya menu spesial Tortufo berupa campuran tiga rasa eskrim, diisi dengan taburan kismis dan cocho chip disajikan dengan caramel, merupakan menu yang harus dicicipi. Yang membuat spesial, pengolahan Tortufo memerlukan waktu 2-3 hari penyimpanan di lemari es sehingga tidak ready stock. Makanya ini menjadi favorit dessert,” jelas Ruliansyah. Tersedia juga Hot and Cold berupa es krim yang digoreng, Banana Split, Pancake ala Mode dan lainnya.

 Tersedia juga berbagai pilihan menu minuman segar berupa Fresh Juice, Moctail, Squash, Milk Shake, Mix Fresh Juice, Bir dan lainnya. Keseluruhan menu makanan pun masih ekonomis berkisar Rp. 15-60ribu sedangkan untuk minuman berkisar Rp.10-20 ribu.

beef wonk

 Kenyamanan The Stage Café dilengkapi dengan area parkir yang luas, Wifi, area indoor sebanyak 10 meja kapasitas 20 orang yang bisa digunakan untuk tempat meeting ataupun arisan lengkap dengan sound system.  Untuk penyewaan tempat di kenakan biaya Rp. 3juta sudah termasuk sound system.

 “Karena dasar kita memang bergerak di bidang event organizer, kita terbuka untuk acara apapun misalnya Nobar (nonton bareng), Bukber (Buka Bersama) dan lainnya. Maka ke depannya The Stage Café juga berencana mengadakan beberapa even diantaranya media ghatering, pelatihan fotogrofi dan lainnya,” ungkap Sofyan.

The Stage Café

Jl. Sei Serayu No. 14

Komplek The Mansion, Medan 20122

Tlp. (061) 777 89060

Bersantai di Old Chicago ala Cosa Nostra Bistro

Jejeran beberapa foto vintage ala Chicago tersusun rapi di dinding sebelah pintu masuk menyambut para pengunjung. Atmosfer klasik memang langsung terasa ketika memasuki bistro yang resmi dibuka pada tanggal 15 Mei 2012 lalu dan  lokasinya berada satu wilayah dengan resto Madam Kwok yakni di Cambridge Mall Lt. Dasar, Jl. S. Parman 217 Medan.

Foto : Aidil Syahputra

Cosa Nostra Bistro merupakan konsep terbaru dari Kalyana Culinario selain resto Madam Kwok. Berbeda dengan Madam Kwok, Cosa Nostra Bistro menghadirkan berbagai varian makanan western yang pastinya menggugah selera dan mengusung konsep old Chicago sebagai ciri khas Cosa Nostra.

“Cosa Nostra berasal dari bahasa Italia yang artinya “The thing of ours”. Nama Cosa Nostra mewakili nuansa elegant, casual sehingga memberi rasa nyaman kepada siapapun yang datang. Lebih jauh lagi, Cosa Nostra merupakan statement dimana kami ingin lebih dekat lagi dengan pengunjung dan berusaha untuk memberikan yang terbaik.” ungkap Yudha Prayoga selaku Operational Manager.

Sembari menikmati hidangan yang tersaji ditemani iringan musik soulful house ala Cosa Nostra pastinya memberi suasana berbeda dan pastinya membuat Anda rileks. “Kita tetap mempertahankan konsep bistro bukan discotic jadi musik yang kami tampilkan juga soulful bukan keras dan tidak dalam ruangan gelap. Disini lebih terang dan ceria,” tambah Yudha.

Selain nuansa vintage, Cosa Nostra Bistro menyajikan spot dengan view yang berbeda khususnya bagi Anda yang ingin mendapatkan suasana lebih santai dan rileks bersama teman, Anda bisa memilih spot di area outdoor. Desainnya tak kalah unik dengan interior indoor, menampilkan motor tua Harley Davidson sebagai display. Anda juga dapat menikmati permainan musik DJ setiap hari Jum’at dan Sabtu malam.

Cosa Nostra Bistro dilengkapi fasilitas berupa VIP Room dengan kapasitas 12-15 orang, dilengkapi sound system dan LCD yang dapat digunakan sebagai tempat meeting, arisan, dan sebagainya. Fasilitas lainnya berupa WiFi, colokan di setiap sudut ruangan dan bangku, serta penyediaan charger.

Untuk makanan, chef Fadjar Panggabean menyediakan berbagai varian menu masakan western diantaranya Cordon Bleu, Beef Black Paper, Premium Australian & USA Sirloin Steak dan Tenderloin Steak disajikan dengan saus spesial ala Cosa Nostra Bistro, berbagai varian pasta, dan Prawn Bisque Soup atau Chicken Cream Corn yang nikmat. Untuk appetizer tersedia Premium Nachos dan Crispy Chicken Skin. Melengkapi dessert Anda , Red Velvet Cake dan Summer Pudding atau Crème Brullee merupakan pilihan favorit.

Keistimewan lainnya terletak pada varian minuman yang tersaji berupa Cocktail, Beer, Fussion Tea, Asia Soda Non Alkohol dan Wine. Anda bisa mencicipi berbagai varian cocktail berupa One Night Stand, Long Distance dan lainnya. Untuk beer disajikan dalam bentuk spesial yakni dalam gelas ukuran jumbo 600ml dengan harga Rp.50ribu.Keseluruhan makanan dan minuman berkisar Rp. 27ribu hingga Rp. 295ribu.

COSA NOSTRA BISTRO

Cambridge Mall Lt. Dasar

Jl. S. Parman 217, Medan 20152

Mencicipi Kuliner Peranakan Cuisine Ala Madam Kwok

foto : Aidil Syahputra

Bingung menetukan resto yang tepat untuk santap siang atau santap malam Anda dan keluarga? Ingin menemukan resto yang memberikan kenyamanan rumah? Resto Madam Kwok merupakan jawabannya.

Setelah gerai pertama di Epicentrum Walk berhasil menarik perhatian penikmat kuliner di kota Jakarta, Madam Kwok kini hadir di kota Medan tepatnya di kawasan Cambridge Mall Lt. Dasar Jl. S Parman 217, Medan.

Dekorasi resto yang baru dibuka tanggal 15 Mei 2012 memiliki konsep interior bergaya rumah China didominasi warna coklat, hitam dan putih. Kesan tradisional juga terasa melalui penggunaan meja dan bangku yang terbuat dari kayu jati serta hiasan lampu dalam sangkar burung menambah kesan berbeda.

Keunikan lainnya terletak pada citarasa masakan peranakan cuisine yang memadukan masakan Melayu dan Cina. Dalam filosofinya Madam Kwok merupakan nama seorang Chef wanita yang berasal dari Cina. Untuk mencari citarasa maskan yang pas, ia pun melakukan perjalanan ke berbagai wilayah negara Asia Tenggara diantaranya Vietnam, Malaysia, Penang dan Jakarta hingga pada akhirnya ia menciptakan kreasi masakan dengan konsep campuran peranakan.

Suasana kekeluargaan memang hal yang ingin ditampilkan resto Madam Kwok. “Suasananya memang cocok untuk keluarga, ” ungkap Yudha Prayoga selaku Operational Manager. Untuk citarasa masakan Madam Kwok diakui Yudha telah disesuaikan dengan citarasa selera masyarakat Indonesia salah satunya ketersediaan sambal belacan untuk menambah citaras pedas pada masakan yang disediakan.

Tersedia menu-menu paket keluarga, personal dan menu vegetarian lengkap dari sajian appetizer, menu utama hingga dessert. Soal rasa pasti dijamin kenikmatanannya. Pengunjung dpat menikmati menu andalan berupa Laksa yang disajikan dengan Spaghetti dengan kuah bercitarasa asam dan segar, Ayam Buah Kluwak, Pomfret Chili Balacan (Ikan Bawal Hitam), Udang Masak Mamak, Buntut Masak Asam Nyonya Kwok yang diolah dengan belimbing wuluh, Ayam Ikat Pandan dan lainnya.

Untuk vegetarian tersedia Kangkung Belacan, Sapo Tahu Rasa Saudara, Tahu Goreng Lidah dan lain-lain. Tersedia berbagai varian minuman segar seperti Milk Shake Ketan Hitam, Teh Tarik dan lainnya. Jangan lupa mencicipi favorit dessert berupa Melt Choco Pandan, Es Durian Pengat dan Sari Rang Kayo.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, resto ini dilengkapi dengan fasilitas Wifi, ruangan yang luas, charger HP dan di setiap bangku tersedia saklar. Resto Madam Kwok mematok harga makanan antara Rp.20ribu hingga Rp. 200ribu untuk makanan dan minuman berkisar Rp. 20ribu hingga Rp.25ribu.

MADAM KWOK

Cambridge Mall Lt. Dasar

Jl. S. Parman 217, Medan 20152

Tlp          : (061) 4522 397

 

Batik Dengan Rumus Matematika

Nancy Margried

CEO Batik Fractal Indonesia

Foto : Dok. Nancy Margried

CEO Batic Fractal Indonesia

Apa yang ada di benak Anda jika batik disatukan dengan rumus matematika? Sekilas mungkin tidak ada hubungannya. Tetapi di tangan Nancy Margried dan teman-teman, rumus tersebut disulap menjadi motif batik yang bernilai tinggi. Kolaborasi art, science dan technologymampu menghasilkan produk batik berkualitas hingga menembus pasar internasional.

Minat berkarir di bidang industri kreatif telah terbentuk  sejak wanita asal Medan ini melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung. Setelah menamatkan bangku SMA pada tahun 1997, ia pun menetap di Kota Kembang hingga sekarang.

“Di Bandung saya punya teman-teman dengan minat yang sama, dan pergerakan dalam bidang teknologi di Bandung lebih cepat daripada di Medan. Juga SDM nya pun jauh lebih banyak. Jadi dengan alasan tersebut, Bandung adalah pilihan yang lebih tepat mengembangkan karir,” ungkap alumni SMU. St. Thomas 1 Medan itu.

Konsep awal Batik Fractal bermula dari ide membuat penelitian mengenai batik dan matematika yang di desain dengan komputer menggunakan software. “ Teman-teman founder Batik Fractal ini selain aku adalah anak-anak ITB, yang satu dari Arsitektur satu lagi dari Matematika. Kami senang berdiskusi tentang kesenangan dan hobi hingga akhirnya diskusi bergerak ke arah traditional art dan hubungannya dengan sains. Tercetuslah ide membuat penelitian mengenai batik dan matematika didesain dengan komputer,” ungkap putri pasangan Pandapotan Panjaitan dan Riaminar Sinurat ini.

Ide ini sudah ada sejak akhir 2006 dan merupakan ide kolaboratif antara Nancy dan kedua temannya. Tanpa adanya kolaborasi, tidak mungkin ide ini bisa tercipta karena memang Batik Fractal adalah gabungan antara art, science dan technology.

Tidak mudah bagi Nancy untuk memperkenalkan Batic Fractal ke tengah masyarakat dikarenakan konsep Batik Fractal yang sudah rumit. Tetapi Nancy terus melakukan banyak kajian sehingga ia bisa merumuskan dengan jelas apa sebenarnya Batik Farctal itu. “Kita berusaha mem-breakdown konsep rumit ini ke dalam bahasa yang mudah dimengerti masyarakat, serta mem-breakdown nya juga ke dalam kegiatan-kegiatan yang sederhana dan aplikasi yang bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

Ia pun mendapat banyak kesempatan untuk berbicara dalam seminar, membuat workshop, mengikuti kompetisi baik nasional maupun internasional dengan tujuan agar kegiatan ini bisa dilirik oleh publikasi media sehingga memudahkan Nancy untuk menerangkan penemuan dan produknya ke tengah masyarakat. Secara sederhana Batik Fractal itu adalah batik yang motifnya didesain dengan rumus matematika menggunakan software.

Tahun 2008, Nancy dan teman-teman pun berhasil mendaftarkan penemuan inovasi Batik Fractal pada Dirjen Haki Indonesia. Saat ini Batik Fraktal sudah dipsarkan ke seluruh Indonesia dan beberapa negara lain seperti Malaysia, Australia, Inggris, Amerika, Swiss, Italia dan Swedia.

Sejumlah penghargaan pun berhasil diraihnya diantaranya memenangkan Caring Professional Award bulan Juni 2012 yakni kompetisi untuk wanita-wanita profesional dari Martha Tilaar, 100 Best Innovation of Indonesia  (2008), Indonesia ICT Award (2008), UNESCO Award of Excellence (2008), British Council International Young creative Entrepreneur (2010) dan lainnya.

Ia pun baru membuka counter Batik Fractal di sebuah galeri bernama “Cultural Connections Gallery” di Beachwalk Kuta Bali yang lokasinya berada di seberang Pantai Kuta di Bali.

“Anakhon ki na hamoraon di ahu”

Sebagai perempuan Batak, Nancy mengaku memang dibesarkan dalam keluarga yang memegang teguh adat istiadat meskipun zaman sekarang ada beberapa yang sudah tidak relevan memang harus ditinggalkan. Menurutnya umumnya orang Batak mengutamakan pendidikan, pekerja keras, perantau, jujur dan tidak punya “hidden agenda” (tidak main belakang) dan hal ini sangat melekat dalam dirinya dan menjadi salah satu ciri khas yang menguntungkan dalam menjalani kehidupan.

“Prinsip orang Batak yakni harus menghormati orang tua, sangat aku rasakan manfaatnya. Banyak anak muda jaman sekarang yang tidak menghormati orangtua, itu sangat menyedihkan sekali,” ungkapnya.

Orangtuanya memegang teguh prinsip”anakhon ki na hamoraon di ahu” (anakku adalah kekayaanku). Orangtuanya memang menginvestasikan banyak hal untuk kemajuan anak-anak terutama dari segi pendidikan. “Orangtua saya melakukan apa saja untuk mendukung pendidikan kami anak-anaknya sampai kami semua berhasil seperti sekarang. Saat ini prinsip “anakhon ki na hamoraon di ahu” ini sudah berbuah, orangtua melihat kami sudah berhasil mandiri di tengah masyarakat, berprestasi dan itu adalah harta yang tak terhingga lebih dari segala materi yang ada,” ungkapnya.

Butuh proses adapatasi yang tidak singkat bagi Nancy ketika memilih menetap di Bandung. Culture gap sempat juga ia rasakan diantaranya bahasa dan logat Batak sedikit menjadi kendala karena di Bandung semua orang bicaranya lembut dan lambat, sementara ia terbiasa bersuara keras dan kalau bicara langsung to the point. Butuh setahun baginya untuk bisa beradaptasi.

“Tipsnya ya dengan membuka pikiran dan tidak bersifat menghakimi serta mau beradaptasi dengan lingkungan sekitar.Orang Batak pada umumnya itu dianggap “unapproachable” karena sifat yang keras di depan, walaupun hatinya lembut kan gak keliatan di awal. Kita harus pintar membawa diri agar tidak terjebak dalam stereotype unapproachable itu tadi,” ungkapnya.

Ia pun sempat membentuk “Gank Inang United” ketika ia mengikuti karantina Young Caring Professional Award bersama finalis lainnya yang berasal dari suku Sunda, Solo, Jawa, Tionghoa dan lainnya. “Semuanya diapnggil Inang. Ini membuktikan bahwa dengan cara yang asyik, ternyata budaya Batak dan style Medan itu bisa membaur bahkan bisa populer di tengah teman-teman di Pulau Jawa,” ungkapnya.

Hal yang paling ia rindukan dari Medan adalah makanannya. Ia mengaku saat ini ia belum terpikir untuk berkarir di Medan. Setiap Natal dan Tahun Baru ia berada di Medan untuk mengobati kerinduannya akan Medan dan berkumpul bersama keluarga.

Sajian Bhinneka : Citarasa Nusantara Dibalut Nuansa Tradisional

Suasana tradisional langsung terasa ketika memasuki kawasan restoran Sajian Bhinneka yang berlokasi di Jalan Babura Lama No. 4  Medan (akses melalui Jalan Pattimura).  Hal ini sudah terlihat dari keunikan design bangunannya bernuansa Bali. Memasuki pintu masuk, pengunjung langsung disambut pukulan Gong  sebagai door bell ala Sajian Bhinneka.

Menapaki jalan setapak yang tersusun dari bambu, pengunjung langsung disambut dengan nuansa tradisional Indonesia. Beberapa ornamen tradisional seperti payung Bali, topi caping, batu ulekan, patung-patung tradisional dapat kita temui disetiap sudut restoran yang mulai dibuka Maret 2011. Susunan beberapa lukisan turut menghiasi dinding restoran.

Beberapa kursi dan meja makan terbuat dari potongan balok kayu jati semakin mempertegas kesan tradisional. Keunikan lainnya terdapat pula beberapa tiang penyangga mesin jahit tempo dulu yang digunakan sebagai kaki meja.

Pengunjung dapat pula merasakan sensasi duduk lesehan di dalam gajebo bernuasa Bali yang berada di tengah restoran sembari melihat koleksi puluhan topeng yang di gantung di langit-langit gajebo.

Nuansa Sumatara, Jawa dan Bali dapat dirasakan dan dilihat ketika berada di restoran ini. Suasana tempat yang nyaman dan artistik semakin menambah kenikmatan hidangan citarasa nusantara yang tersedia.

Menu Istimewa ala Sajian Bhinneka

Sesuai dengan namanya, Sajian Bhinneka menyediakan hidangan bercitarasa nusantara. Gulai Kepala Ikan Kakap menjadi primadona Sajian Bhinneka. Penyajian unik menggunakan wajan penggorengan dengan santan yang tidak terlalu kental cocok disajikan bersama sepiring nasi putih hangat.

Silahkan juga mencicipi hidangan Ayam Goreng Bhinneka, Ikan Taji Goreng, sensasi segarnya Ikan Kakap Goreng Sambal Dabu-dabu, Ayam Taliwang, Ayam Bumbu Bali, Ayam Penyet, Genjer Terasi, Gado-gado, Terong Tahu Ikan Asin, Pucuk Labu Ebi, Tahu Goreng Bhinneka, Tahu Mercon, dan berbagai macam hidangan lainnya yang pasti menggugah selera.

Pengunjung juga bisa mencicipi Nasi Bakar yang berisi nasi uduk dengan ikan teri dan Nasi Bhinneka yang berisi nasi goring ikan asin terasi hanya dengan Rp.8.800. Khusus di malam hari, tersedia berbagai menu panggangan yang tak kalah nikmatnya seperti Ikan Pari Panggang, Ayam Panggang Bhinneka dan Udang Gala Panggang.

Beberapa pilihan minuman favorit seperti Es Kelapa Jeruk, Es Martabe, Teh Tarik, Es Campur cocok menemani waktu santai di siang hari.  Tersedia juga Teh Poci yang disajikan hangat lengkap dengan gula batunya.

Sebagai compliment pengunjung bebas memetik pisang sepuasnya sebelum ataupun sesudah makan. Selain itu sepiring buah nenas segar hadir sebagai pencuci mulut.

Keunikan lainnya, buah nenas, markisa, terong belanda dan alpokat yang tersedia sebagai display dapat dibeli untuk dibawa pulang oleh pengunjung. Begitu juga dengan kerupuk tradisional yang tersedia

Sensasi Pedesaan di Tengah Perkotaan

Sembari menikmati hidangan lezat, pengunjung ditemani suara gemericik air yang berasal dari kolam ikan yang mengelilingi restoran. Dentingan hiasan bambu yang menggantung di setiap sudut restoran menghadirkan suasana pedesaan. Benar-benar menghadirkan nuansa yang berbeda. Tak salah jika restoran ini dijadikan quick escape yang tepat di tengah runtinitas ksususnya bagi pekerja kantoran yang memiliki break time terbatas.

Dengan konsep open air environment, restoran ini memanfaatkan beberapa pohon untuk menghadirkan suasana kesejukan yang alami. Kehadiran beberapa tanaman bonsai dan tanaman lainnya menambah kesan asri sehingga restoran ini bisa dijadikan sebagai tempat melepaskan penat untuk memperoleh kesegaran yang baru.

Atmosfer yang berbeda bisa kita temukan pada malam harinya. Keindahan cahaya lampu dan cahaya lilin menambah kesan romantisme. Tersedia beberapa meja outdoor yang memungkinkan pengunjung untuk menikmati makan malam sembari menikmati langsung cahaya bintang di langit.

Keseluruhan konsep restoran merupakan ide sang pemilik yakni Pak Atong yang memiliki hobi ‘gardening’ dan ‘kolam ikan’. Beliaulah  yang turun tangan sendiri dalam menangani perawatan harian untuk operasional Sajian Bhinneka.

Fasilitas Pendukung

Restoran yang beroperasi dari jam 11.30-22.00WIB ini berkapasitas  300 orang. Menghadirkan konsep tempat yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pengunjung.

Bagi anak muda yang ingin bersantai tersedia beberapa coffe table dan beberapa meja outdoor. Untuk jamuan makan malam keluarga tersedia ruangan yang lebih luas berkapasitas 120 orang. Dan untuk acara khusus  seperti arisan, ulang tahun dan meeting, tesedia juga ruangan yang berkapasitas 40orang. Pengunjung dapat juga bersantai di Gajebo dengan kapasitas 30orang.

Tersedia juga Musholla dan area parkir yang luas.

Sajian Bhinneka juga menyediakan beberapa pilihan menu buffeet untuk pilihan yang lebih ekonomis mulai dari paket Rp. 55.000/orang, Rp. 65.000/orang dan Rp.75.000/orang untuk pemesanan minimal pemesanan 40 packs.

Keindahan tempat berpadu dengan nuansa asri apat juga dimanfaatkan sebagai area untuk melakukan foto pre-wedding, hanya dengan tarif Rp. 500 ribu. Pembayaran tidak dilakukan “cash” melainkan dalam bentuk pemesanan makanan.

Katerine selaku manager menambahkan kehadiran  “Pipo” sang kura-kura bijaksana menjadi perhatian unik bagi tamu Sajian Bhinneka khususnya kalangan anak-anak. Kura-kura berusia sekitar 60 tahun ini dibiarkan bebas berjalan di dalam restoran.

Sajian Bhinneka merupakan tempat yang pas menghabiskan waktu bersama keluarga, selain sebagai tempat makan, tempat refreshing dan tempat belanja.

Restoran Sajian Bhinneka

Jl. Babura Lama No. 4 Medan

Reservasi : (061) 4514102

A Sparkling Nite With Agnes Monica

Antrian panjang sudah menghiasi lobby Medan International Convention Hall, Dyandra Santika Hotel Medan sejak pukul 17.00 WIB. Padahal sang bintang dijadwalkan naik panggung pukul 19.00WIB. Antusiasme masyarakat Medan akan kehadiran Agnes Monica begitu sangat kuat, terlihat banyak diantara mereka mengenakan berbagai atribut mulai dari kaos yang bertuliskan “Aku Fans Agnes Monica” ataupun spanduk kecil ungkapan selamat datang untuk sang Diva.

Tak hanya kawula muda tetapi kalangan orangtua pun ikut antusias. Malam itu 15 April 2012, lebih dari 800 orang warga Medan memadati MICH untuk menyaksikan gelaran konser yang tertajuk “A Sparkling Nite With Agnes Monica” dibawah promotor Presisi Entertainment. Tepat pukul 19.00WIB pintu MICH pun dibuka. Pengunjung tak sabar untuk melihat aksi panggung diva kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986 itu.

Kekecewaan pengunjung pun sempat terjadi dikarenakan Sang diva baru muncul tepat pukul 20.30WIB. Mengenakan kemeja kotak lengan panjang berwarna kuning dan celana legging Agnes membuka konser tersebut dengan lagu Godai Aku Lagi. Sambutan riuh penonton langsung terdengar ketika Agnes tampil dengan koreografi yang energik didampingi oleh empat orang dancer pria.

Busana Agnes terlihat lebih sederhana dibandingkan konser Agnes lainnya yang terlihat sedikit glamour. Meskipun hanya mengenakan kemeja dan legging tetapi Agnes tetap terlihat seksi. Sebanyak 8 lagu dibawakan Agnes dengan sangat baik. Kualitas vokalnya benar-benar terlihat tatkala Agnes membawakan lagu mellow seperti Matahariku, Teruskanlah, Karena Ku Sanggup dan Rindu.

Pencapaian nada sopran sesekali membuat penonton merinding mendengar suara penyuka makanan Laksa itu. Sedikit berbeda ketika Agnes membawakan lagu dengan irama beat cepat seperti Hanya Menunggu, Temperatur dan Paralyzed. Kualitas vokal Agnes tertutupi dengan musik yang terlalu keras membuat penonton khususnya pemegang tiket Festival kurang puas.

Ditengah penampilannya beberapa fans Agnes mendapat kesempatan untuk naik ke panggung memberikan bunga, boneka dan kain ulos kepada sang idola. Sesekali Agnes mengkombinasikan koreografi dan acting dalam penampilannya. Selama 1 jam Agnes bernyanyi tanpa lipsync dan koreografi dengan full power.

“Saya suka banget dengan Medan, antusias penontonnya benar-benar luar biasa. Selain itu saya suka dengan makanannya,” ungkap gadis yang sering disapa Nez ini disela-sela Media Gahtering sesaat sebelum konser berlangsung. Juri Indonesia Idol ini akan bertolak kembali ke Los Angeles pada bulan Mei untuk merampungkan proyeknya bersama Timbaland. Agnes masih saja belum mau membongkar proyek rahasianya tersebut.

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.